Dua Gol PSG Menghancurkan Impian Atalanta Di Liga Champions

Dua Gol PSG Menghancurkan Impian Atalanta Di Liga Champions

Dua Gol PSG Menghancurkan Impian Atalanta Di Liga Champions

 

PSG mencetak dua gol telat

Liga Champions – PSG mencetak dua gol telat dalam comeback sensasional melawan Atalanta untuk mendapat tiket ke semifinal Liga Champions untuk pertama kalinya dalam 25 tahun. Pertandingan tersebut membuat frustrasi penyerang PSG (Neymar) tampak kecewa ketika Atalanta memimpin terlebih dahulu melalui gol Mario Pasalic.

Namun penyerang kelahiran Brasil itu berhasil memberikan umpan untuk Marquinhos menyamakan kedudukan pada menit ke-90. Serta pemain pengganti Kylian Mbappe yang memberi umpan kepada mantan penyerang Stoke Eric Maxim Choupo-Moting untuk mencetak gol kemenangan.

Jika pada pertandingan tersebut PSG kalah, hal tersebut akan menjadi kisah kegagalan PSG di panggung terbesar klub sepak bola Eropa. Yang dimana pertandingan itu dilaksanakan pada peringatan 50 tahun berdirinya klub.

Sebagai pemain termahal di dunia, Neymar menjadi satu-satunya pemain yang cukup cemerlang bagi tim Thomas Tuchel. Namun Neymar tidak dapat mencetak satupun gol ke gawang Atalanta yang dijaga oleh Marco Sportiello.

Masuknya Mbappe Terbukti Penting

Tapi masuknya Mbappe pada menit ke-60 terbukti penting. Karena kecepatan dan kualitas Mbappe langsung melemahkan barisan belakang Atalanta yang cukup solid. Kemenangan atas Atalanta memberikan akhir yang menakjubkan menuju ke perempat final dalam satu kali pertandingan setelah kompetisi dimulai kembali akibat pandemi Covid-19.

PSG nanti akan menghadapi RB Leipzig atau Atletico Madrid di semifinal pertama Selasa dinihari (19/08/2020). PSG telah menemukan cara yang mustahil untuk tidak kalah di Liga Champions. Hal tersebut dimulai sejak kemunculan mereka sebagai kekuatan global di luar lapangan. Ini pertama kali nya PSG berhasil masuk ke babak semi-final setelah kalah dari Barcelona pada leg ke-2 tiga tahun lalu.

Baca Juga :   Gol Adams Menghentikan Laju Atletico Di Liga Champions

Dan Tuchel bisa saja bergabung dengan Unai Emery, Carlo Ancelotti dan Laurent Blanc untuk membayar kegagalan itu dengan pekerjaannya apabila gagal meraih kemenangan di Lisbon. Sementar tim debutan Liga Champions Atalanta tidak diragukan lagi sebagai underdog yang tampil luar biasa sepanjang musim. Tim asuhan Gian Piero Gasperini mencetak 98 gol di Serie A dan memiliki gaya bermain sepakbola yang atraktif, lancar, dan menyerang.

Jalannya Pertandingan

PSG harusnya bisa unggul terlebih dahulu pada menit ke-3 melalui Neymar, tetapi tembakan nya masih melebar. Atalanta berhasil mencetak gol lebih dulu dimenit ke-27, ketika Pasalic melakukan tendangan melengkung kaki kiri yang brilian untuk memberi tim Italia itu keunggulan.

Pemain yang gajinya dilaporkan minggu ini sama dengan seluruh skuad Atalanta (Neymar) kembali gagal mencetak angka. Tapi, mantan pemain Barcelona ​​yang dibawa ke Paris sebagian besar untuk tampil di kompetisi ini, terus bekerja keras untuk timnya, mendorong mereka maju sepanjang malam.

Neymar membuat 16 dribel dalam pertandingan melawan Atalanta tadi malam. Dan itu merupakan yang terbanyak dalam pertandingan Liga Champions sejak Lionel Messi untuk Barcelona melawan Manchester United pada April 2008.

Dia menghasilkan momen penting untuk PSG dimenit ke-90, dan Marquinhos berhasil mencetak gol untuk menyamakan kedudukan saat Atalanta yang sudah kelelahan untuk mencatat kejutan besar. Dapat dimengerti jika kepala para pemain PSG tertunduk saat pertandingan memasuki menit-menit akhir, tetapi masuknya Mbappe membuat perbedaan. Mbappe melewati pertahanan Atalanta untuk memberikan umpan untuk pemain bebas transfer dari Stoke City dua tahun yang lalu (Choupo-Moting).

Itu hanya kemenangan ketiga dalam 11 pertandingan perempat final di Piala Eropa untuk tim Prancis itu. Bisakah mereka sekarang melangkah lebih jauh dan menjadi juara Liga Champions musim 2019/2020?

Baca Juga :   Southgate Memuji Raheem Sterling

Tidak Mungkin Menyingkirkan Kami

Neymar: “Saya tidak pernah berpikir untuk pulang. Dari pemanasan hingga akhir, kami percaya padanya. Kami tidak pernah menyerah. Tidak ada yang akan mengambil keinginan untuk pergi ke final ini dari saya.

“Kami adalah grup yang hebat, kami adalah keluarga, jadi kami tahu bahwa dengan kondisi pikiran seperti ini, mustahil untuk menyingkirkan kami saat ini.”

Thomas Tuchel: “Saya berpikir tentang eliminasi, setelah 88 menit pada 1-0, saya realistis. Tetapi saya tidak merasa bahwa kami tidak akan mencetak gol.

“Saya memberi tahu asisten saya bahwa jika kami mencetak gol, kami akan menang. Setelah pertandingan ini, upaya ini benar-benar pantas.”

Bos Atalanta Gian Piero Gasperini: “Kami nyaris saja menang, dan itu sangat dekat. Sepertinya kami bisa melakukannya, memberikan pencapaian yang luar biasa.

“Mbappe datang ke pertandingan, dikombinasikan dengan kehadiran Neymar, mengubah banyak hal untuk PSG. Dia memberikan energi kepada PSG, yang kalah dalam pertandingan – itu fundamental karena apa yang dia bawa ke dalam pertandingan.”

Sumber berita : bbc

Related posts

Leave a Comment